Label

Kamis, 10 Januari 2013


FASE PERKEMBANGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
A.  MATEMATIKA TRADISIONAL
Pembelajaran matematika tradisional mendapat pengaruh dari beberapa teori belajar mengajar. Pembelajaran matematika tradisional (lama) untuk melatih otak yang sifatnya latihan (drill). Hal ini didasari doktrin disiplin formal, dimana yang lebih diutamakan adalah proses latihan dari pada bahan yang diajarkan. Karena itu bahan atau materi yang diajarkan bukanlah merupakan suatu persoalan, baik isi maupun pendekatannya. Pada abad kedua puluh latihan otak itu diganti oleh teori pengaitan dari E. Thorndike. Menurut teori ini, dalam proses pembelajaran harus terdapat dua hal yang saling terkait satu sama lain yaitu stimulus dan respon. Sehingga pada akhirnya diperoleh penguasaan atau pemahaman terhadap materi yang dipelajari. Pada proses pembelajaran yang berdasarkan teori ini, guru memberikan rangsangan atau stimulus berupa pertanyaan, baik pertanyaan yang sifatnya mengenai pengetahuan yang telah dipelajari maupun pertanyaan tentang pendapat siswanya terhadap suatu masalah tertentu. Dengan adanya stimulus berupa pertanyaan dari guru maka akan muncul respon (jawaban) dari siswa. Penguasaan materi pelajaran akan diperoleh oleh siswa bila proses stimulus dan respon dilakukan secara berulang-ulang. Cara pembelajaran yang sifatnya drill sesuai dengan faham Thorndike menganjurkan latihan yang diberikan secara berulang terus menerus (kontinu). Sehingga pada akhirnya proses ini akan memberikan suatu kemampuan keterampilan berhitung. Siswa memang terampil berhitung karena proses yang dilakukan dengan berulang-ulang, tetapi pemahaman terhadapkonsep yang sebenarnya kurang diperhatikan. Pada abad ke 19, terdapat penemuan yang menyatakan bahwa doktrin disiplin formal adalah faham yang keliru. Menurut disiplin formal latihan otak lebih diutamakan bukan materi yang diajarkan. Tetapi berdasarkan penelitian dan penemuan ternyata belajar itu merupakan proses bertingkah laku, berpikir, memanipulasi, bereksperimen, berdiskusi, dan sebagainya sehingga semua yang dipelajari harus berfungsi. Setelah adanya penemuan dan penelitian tersebut maka para ahli pendidikan melakukan penelitian materi pelajaran dan metode mengajar. Misalnya materi aritmatika apakah materinya berfungsi, bagaimana kegunaannya dan bagaimana kaitannya dengan topik yang lain. Demikian juga dengan cabang-cabang matematika yang lain seperti geometri, aljabar, dan sebagainya.
Kekurangan pembelajaran matematika tradisional antara lain :
a.    Materi-materi dalam berhitung lama tidak berkaitan.
b.    Topik matematika kurang berkitan dengan kehidupan sehari-hari pada berhitung lama.
c.    Kurang memperhatikan ketepatan bahasa.
d.   Pada operasi hitung antara kali dan bagi tidak sama kuat.
e.    Berhitung dilakukan dengan proses menghafal tanpa memberikan pengertian.
f.     Pembelajaran berhitung lama kurang membuat siswa memicu keingintahuannya
Kelebihan pembelajaran matematika tradisional antara lain :
a.    Mengutamakan proses latihan ( driil ).
b.    Proses pembelajaran diutamakan belajar insidental. Bahwa orang pada dasarnya akan mempelajari sesuatu jika hal itu sesuai dengan kebutuhannya.
c.    Siswa memang terampil berhitung karena proses yang dilakukan dengan berulang-ulang
B.  MATEMATIKA MODERN
Kemajuan pada tahun 1957 teknologi seperti diorbitkannya Sputnik I oleh Rusia merupakan juga pendorong pembaruan pengajaran matematika. Karena itu akhirnya Amerika Serikat segera mengadakan proyek secara besar-besaran untuk memajukan teknologi termasuk proyek perbaikan pendidikan, khususnya pembelajaran matematika.
Ciri-ciri matematika modern antara lain :
a.    Matematika modern memuat materi baru.
b.    Pendekatan materi menggunakan cara deduktif.
c.    Menekankan pada pengertian dan menggunakan metode penemuan.
d.    Matematika modern bahasanya lebih ditepatkan.
e.    Matematika modern menekankan oada struktur.
Kelebihan pembelajaran matematika modern antara lain :
a.    Penekanan pengajaran lebih diutamakan kepada pengertian daripada kepada hafalan dan keterampilan berhitung.
b.    Pengenalan penekanan pengajaran kepada struktur
c.    Programnya dapat melayani kelompok anak-anak yang kemampuannya lebih heterogen.
d.   Pusat pengajaran lebih diutamakan kepada murid, tidak lagi kepada guru
e.    Pengajaran matematika modern lebih hidup dan menarik.
Kekurangan pembelajaran matematika modern antara lain :
a.   Pembelajaran kurang menekankan pada pengertian.
b.   Kurang adanya kontinuitas.
c.   Kurang merangsang anak untuk ingin tahu.
C.  MATEMATIKA MASA KINI
Setelah terjadi pembaharuan pembelajaran matematika pada gerakan “Back to the Basics” tahun 70 an di Amerika Serikat, maka pada tahun 80 an terjadi juga gerakan pembaharuan pembelajaran matematika yang kedua kalinya. Akibat pembaharuan ini maka pembelajaran matematika saat itu disebut pembelajaran matematika masa kini. Pembaharuan pembelajaran matematika ini seperti pembaharuan pada new math yang sangat dahsyat. Pembelajaran matematika tahun 80 an ini dikaitkan dengan kemajuan teknologi dan adanya materi kalkulator dan komputer. Jadi dalam buku pelajaran matematika sudah ada materi mengenai diagram alur, penggunaan kalkulator, komputer, dan beberapa istilah komputer.
Ciri-ciri pembelajaran matematika modern antara lain :
a.    Kalkulator dan komputer harus digunakan semaksimal mungkin.
b.    Pembelajaran matematika harus menggunakan pendekatan pemecahan masalah.
c.    Semua siswa harus mendapatkan pembelajaran matematika lebih lama.
d.   Guru-guru matematika harus meningkatkan diri.
e.    Pembelajaran matematika harus efektif dan efisien.
f.     Evaluasi harus dengan alat ukur yang lebih luas daripada hanya oleh alat evaluasi konvensional.
Pembelajaran Matematika Masa Kini di Indonesia :
1. Pembelajaran Matematika Berdasarkan Kurikulum 1984
Pembelajaran matematika masa kini di Indonesia diberlakukan sejak perubahan kurikulum 1975 menjadi kurikulum 1984. Beberapa alasan perubahan kurikulum 1975 menjadi kurikulum 1984 pada bidang studi matematika di SLTA adalah :
a.       Materi yang terlalu padat (banyak).
b.      Adanya perbedaan kemajuan teknologi pada tiap daerahAdanya kesenjangan antara kurikulum dalam pelaksanaannya di sekolah dengan kebutuhan di lapangan.
c.       Belum ada kesesuaian antara materi pada kurikulum dengan tahap kemampuan anak didik.
Pada kurikulum 1984 menganut prinsip C B S A (Cara Belajar Siswa Aktif), di
mana mementingkan proses pembelajaran selain hasil akhir pembelajaran tersebut. Pada kurikulum 1984, selain materi pada kurikulum 1975 ada penambahan materi seperti komputer, aritmatika sosial, dan geometri. Geometri juga dikaitkan dengan permainan dengan tujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa.
2. Pembelajaran Matematika Berdasarkan Kurikulum 1994
Pendidikan dasar (SD dan SLTP) mempunyai peranan yang sangat penting karena selain pendidikan dasar, juga merupakan dasar untuk jenjang pendidikan menengah (SMA dan SMK) dan pendidikan tinggi (PT), juga memberikan bekal kemampuan keterampilan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sesuai yang terjadi di masyarakat. Karena dalam jangka waktu sekitar 10 tahun, masyarakat sebagai pencipta dan pemakai ilmu telah banyak berubah. Sehingga kurikulum 1984 yang sudah berlaku dan berjalan 10 tahun harus dievaluasi untuk disesuaikan dengan perubahan tersebut. Sesuai dengan keadaan-keadaan tersebut, maka Kurikulum 1984 diganti dengan Kurikulum 1994, yang diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 1994 / 1995.
Kurikulum 1994 ini disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan. Kurikulum 1994 adalah seperangkat rencana pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan belajar mengajar. Pada kurikulum 1994, berhitung mendapatkan porsi dan penekanan utama. Sebagian besar dari kajian matematika di SD adalah berhitung. Dalam pengenalan bilangan tidak digunakan pendekatan himpunan seperti dalam kurikulum sebelumnya. Bilangan diperkenalkan dengan pendekatan urutan bilangan asli serta kumpulan benda konkret.
3. Pembelajaran Matematika Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kurikulum di Indonesia berubah lagi pada tahun 2004 menjadi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Perubahan kurikulum 2004 ini karena KBK merupakan kurikulum yang menekankan pada kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Dengan KBK, maka pembelajaran matematika saat ini diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan matematika, pemahaman matematika, kemampuan terhadap nilai, sikap dan minat peserta didik supaya dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan, dan keberhasilan. Proses pembelajaran di SD berdasarkan KBK menggunakan pendekatan induktif
dan pada jenjang yang lebih tinggi dengan pendekatan deduktif. Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
Keunggulan pembelajaran matematika berdasarkan KBK :
a.    Pembelajaran matematika bersifat alamiah (kontekstual) karena berfokus dan bermuara pada hakekat anak didik, untuk mengembangkan berbagai kompetensi matematika sesuai dengan kompetensi masing-masing anak didik.
b.    Anak didik merupakan subjek belajar atau pelaku belajar.
c.    Pembelajaran matematika berdasarkan KBK dapat menjadi dasar pengembangan kemampuan pada bidang-bidang yang lain seperti ekonomi, IPA, geografi, komputer, dan sebagainya. Selain itu dapat diterapkan dalam dunia kerja.
d.   Pembelajaran matematika berdasarkan KBK bersifat realistikmengkaitkan pengetahuan matematika.
Kurikulum berbasis kompetensi lahir karena adanya kritik masyarakat terhadap kurikulum 1994, serta sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan dunia kerja.
4.    KTSP
Teori Konstruktivis adalah teori yang mendukung dikembangkannya KTSP dalam kurikulum matematika Indonesia. Selain itu teori Piaget pun berpengaruh pada terciptanya pembelajaran dengan aliran psikologi perkembangan kognitifnya. Ciri-ciri Kurikulum pendidikan matematika saat ini adalah:
a.    Dikembangkan berdasarkan kompetensi tertentu.
b.    Berpusat pada anak sebagai pengembang pengetahuan.
c.    Terdapat penekanan pada pengembangkan kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif serta kemampuan mengkomunikasikan matematika.
d.   Cakupan materi sekolah dasar meliputi: bilangan, geometri dan pengukuran, pengolahan data, pemecahan masalah, serta penalaran dan komunikasi.
e.    Cakupan materi untuk SLTP meliputi: bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, peluang dan statistika, pemecahan masalah, serta penalaran dan komunikasi.
f.     Cakupan materi untuk SMU meliputi aljabar,geometri dan pengukuran, trigonometri, peluang dan statistika, kalkulus, logika matematika, pemecahan masalah serta penalaran dan komunikasi.
g.    Kurikulum ini mencakup kompetensi dasar, materi poko dan indikator hasil pencapaian belajar.
h.    Kemampuan pemecahan masalah serta penalaran dan komunikasi bukan merupakan pokok bahasan tersendiri,melainkan harus dicapai melalui proses belajar dengan menintegrasikan topik-topik tertentu yang sesuai.
Salah satu pendekatan pembelajaran yang diprediksikan mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah model pembelajaran kooperatif, khususnya tipe NHT. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang dilandasi oleh teori belajar konstruktivis. Model pembelajaran kooperatif merupakan sistem kerja/belajar kelompok yang terstruktur, yakni saling ketergantungan positif, tanggungjawab individual, interaksi personal, keahlian bekerjasama dan proses kelompok di mana siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di kelas dengan bekerjasama antara 4-6 orang dalam satu kelompok serta menerima pengakuan, reward berdasarkan kinerja akademis kelompoknya. Dengan model ini diharapkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dapat ditingkatkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar